Game Tarik Tambang Interaktif
Uji pemahaman siswa tentang cerita rakyat "Asal Usul Selat Bali". Tim yang menjawab benar terbanyak akan menarik tambang hingga menang!
• Terdapat total 25 Soal yang dijawab secara bergantian oleh Tim 1 & Tim 2.
• Jawaban BENAR akan menarik tambang kearah tim yang menjawab (+1 Poin).
• Jawaban SALAH memberikan kesempatan lawan untuk menarik tambang.
• Tim dengan posisi tarik paling jauh atau poin tertinggi di akhir soal adalah pemenangnya!
Tim 1
Tim 2
Sedang memuat pertanyaan...
TIM MERAH MENANG!
Selamat! Tim kamu berhasil menjawab dengan tepat dan menarik tambang hingga garis akhir.
1. Tokoh & Watak Utama
- Empu Sidimantra: Brahmana sakti, bijaksana, taat beribadah, dan sangat menyayangi anaknya.
- Manik Angkeran: Anak Empu Sidimantra yang gemar bertaruh / judi sabung ayam, menghabiskan harta, dan terlilit hutang.
- Naga Besukih: Naga sakti penjaga kawah Gunung Agung yang murah hati dan memiliki harta berlimpah berupa emas & permata.
2. Jalur Cerita Ringkas
• Terlilit Hutang: Manik Angkeran terlilit hutang akibat judi sabung ayam. Empu Sidimantra berdoa dan mendapat petunjuk untuk menemui Naga Besukih di Gunung Agung. Dengan genta sakti, ia memanggil Naga Besukih dan mendapat emas untuk melunasi hutang anaknya.
• Pengkhianatan: Manik Angkeran kembali berjudi dan hutangnya menumpuk lagi. Ia mencuri genta sakti ayahnya, pergi sendiri ke Gunung Agung, lalu memotong ekor Naga Besukih demi mengambil permata di ujung ekor naga.
• Pembalasan & Terbelahnya Pulau: Naga Besukih marah dan membakar jejak kaki Manik Angkeran hingga ia tewas menjadi abu. Empu Sidimantra memohon maaf, lalu menyambungkan ekor naga dengan kesaktiannya. Naga Besukih pun menghidupkan kembali Manik Angkeran.
• Terbentuknya Selat Bali: Agar anaknya belajar mandiri dan bertanggung jawab, Empu Sidimantra menggoreskan garis di tanah menggunakan tongkat saktinya. Garis itu mengeluarkan air deras yang membelah daratan menjadi Pulau Jawa dan Pulau Bali, dipisahkan oleh Selat Bali.
3. Pesan Moral
• Hindari sifat serakah dan judi karena dapat menghancurkan diri dan keluarga.
• Hormati orang tua dan jangan menyalahgunakan kebaikan mereka.
• Setiap perbuatan memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan.